Economic Review – Pertumbuhan premi asuransi jiwa di Indonesia sepanjang tahun ini diprediksi akan menjadi yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain di wilayah Asia Pasifik.

Hendrisman Rahim selaku Ketua umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengungkapkan, pertumbuhan premi asuransi jiwa hingga akhir 2015 mendatang diperkirakan sebesar 15 hingga 27%. Sementara itu di industri asuransi kawasan Asia Pasifik peningkatannya rata-rata hanya akan menyentuh angkan kisaran 10%.

Indonesia didukung dengan jumlah penduduknya yang hampir mencapai 250 juta jiwa yang merupakan potensi besar bagi perusahaan asuransi jiwa. Berdasarkan data World Economic Outlook (WEF), yang juga mayoritas merupakan penduduk menengah atas tumbuh sekitar 35%.

“AAJI mempunyai outlook pertumbuhan premi tahun ini 15 hingga 27%, total aset naik 21 hingga 30%, sedangkan investment growth 22 hingga 31%, jauh di atas industri asuransi di Asia Pasifik,” bebernya.

Meski demikian, dia mempunyai sejumlah catatan bagi perusahaan asuransi agar dapat terus tumbuh dan berkembang di Indonesia, di antaranya produk asuransi yang ditawarkan harus beragam dan tentunya harus dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat di Tanah Air.

“Harga premi yang ditawarkan juga harus bervariasi tergantung dari resikonya karena masing-masing pemegang polish mempunyai segmennya sendiri-sendiri,” tutupnya. Indah