Dr. DEWI HANGGRAENI, SE, MBA. (Direktur PT Daya Makara UI, Wkl. Ketua Umum Indonesia Risk Professional Association, Dosen UI dan Pemred Economic Review)
Asuransi sebagai salah satu lembaga keuangan yang diharapkan dapat memayungi masyarakat atas kejadian yang berpotensi risiko dengan mengalihkan risiko melalui pembayaran premi oleh tertanggung kepada penanggung melalui suatu kontrak ganti rugi. Dengan memprediksi kerugian dan mengalokasikan secara proporsional diharapkan dapat mencegah potensi berkurangnya profit sehingga dapat meningkatkan shareholders’ wealth.
Selama ini mayoritas praktisi di bidang industri perasuransian berpendapat bahwa risiko itu sudah melekat dalam praktik sehari-hari. Banyak yang belum menyadari betapa pentingnya manajemen risiko diterapkan secara terintegrasi (Enterprise Risk Management atau disingkat ERM).
ERM adalah kerangka kerja yang komprehensif dan integratif untuk mengelola berbagai risiko, seperti risiko pasar, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi dan risiko lainnya, serta bagaimana mentransfer atau memitigasi risiko sehingga dapat mengoptimalkan nilai perusahaan (Hanggraeni, ”Pengelolaan Risiko Usaha”, 2010). Pada dasarnya metode ERM merupakan metode pengintegrasian yang dapat dilakukan dengan mengintegrasikan organisasi risiko, strategi transfer risiko dan manajemen risiko ke dalam proses bisnis perusahaan
Peran manajemen risiko seringkali disalahartikan hanya sebagai pertimbangan dalam menentukan produk baru atau pengambilan keputusan lainnya yang stratejik dengan melakukan identifikasi risiko secara kualitatif.  Padahal manfaat dari penerapan ERM tidak hanya sebagai ”check and balancing” atau ”4-Eyes Principles” di mana setiap pengambilan keputusan yang stratejik harus diputuskan minimal oleh dua belah pihak yang independen. Sehingga keputusan yang diambil lebih berkualitas dengan tetap mengedepankan aspek ”prudent” dan sadar risiko. Selain itu, juga harus dapat diukur risikonya (Value at Risk) sehingga dapat ditentukan Risk Tolerance Limit-nya dan membantu mem-forecast kebutuhan Risk Based Capital (RBC) agar jangan sampai idle capacity maupun terlalu ketat. Misalkan, pengukuran tersebut dapat digunakan dengan meng-adopt metode Internal Model Approach (IMA) agar lebih sesuai dengan karakteristik perusahaan, jenis asuransinya, visi, misi, strategic objective, bisnis prosesnya, target dan kemampuan perusahaan terkait serta pertimbangan lainnya yang dianggap stratejik dan sangat menentukan.
Di samping berguna dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan yang stratejik, ERM juga bermanfaat merumuskan Risk Profile dengan melakukan Risk Self Assessment dan mengukur dampak dan residualnya.  Risk Profile sebagai salah satu dasar dalam penentuan prioritas risiko terbesar untuk penentuan sampling audit (Risk Based Audit) dan action plan dalam perumusan Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan (RKAP) serta Rencana Jangka Panjang (RJP).
Dengan diaplikasikan ERM secara konsisten dan komitmen dari top level management serta didukung seluruh insan perusahaan terkait, diharapkan manfaat asuransi yang sebenarnya dapat terwujud. Manfaat tersebut antara lain (Modul training OJK oleh BSMR & IRPA):
–    Memberikan rasa aman dan perlindungan, artinya bila memiliki polis asuransi maka tertanggung akan terhindar dari kemungkinan timbul risiko kerugian  dikemudian hari.
–    Alokasi biaya dan manfaat yang lebih adil (the equitable assetment of cost),  artinya semakin besar kemungkinan terjadinya risiko kerugian timbul, maka semakin besar pula premi pertanggungannya.
–    Memberi kepastian, artinya merupakan manfaat utama asuransi karena pada dasarnya asuransi berusaha untuk mengurangi konsekuensi-konsekuensi yang tidak pasti dari suatu keadaan yang merugikan (peril), yang sudah diperkirakan sebelumnya, sehingga biaya atau akibat finansial dari kerugian tersebut menjadi pasti atau relatif pasti
–    Instrumen pengalihan dan penyebaran risiko,
–    Membantu meningkatkan kegiatan usaha tertanggung, artinya tertanggung yang akan berinvestasi pada suatu bidang usaha,
–    Menjadikan hidup lebih tenang, terhindar dari stres, artinya karena merasa bahwa segala risiko yang dapat diasuransikan telah ada yang meng-cover
–    Sebagai media perencanaan keuangan